Sunday, July 5, 2009

Regiza are BFFs - 2

Tiana’s Birthday Bash at Teo Chew Palace, Pluit Village, Jakarta.

“Happy birthday, Honey …”

Aku, Sarah, dan Ochie segera memeluk Tiana, The Birthday Girl, yang malam ini cantik sekali dalam Evening Dress-nya yang berwarna pink. Tian menepati janjinya, dia ada di Jakarta selama tiga hari, sebagai hadiah ulang tahun bagi kekasihnya tercinta, Tatiana Indira Notosudiro. Aren’t they cute?

Aku malam ini mengenakan Chinese Glamour Night Dress (Mandarin collar, clean lines, embroidered, and floral motive) berwarna merah, gelang giok tiruan, tas kecil dengan motif yang sama dengan dress-ku (Aku sengaja minta sama penjahitnya supaya sisa kain dari dress-ku ini dibuatkan tas kecil), dan sepatu low heels berwarna hitam.

Kemudian Aku memeluk Tasha yang malam ini tampak cantik dengan Shirt Dress, yaitu gaun terusan yang diadaptasi dari siluet kemeja, berwarna coklat tua. Tasha tampak akur dengan kekasih barunya. Siapa lagi kalo bukan Bramantyo Notosudiro? Mantan musuh bebuyutannya. Hihi.

Gak lupa Aku menyalami anak-anak yang lainnya. Karena ini private party, Tiana benar-benar hanya mengundang orang-orang terdekatnya aja, kayak Aku, Tasha, Sarah, Regina, Tyo (ya iya lah, secara Tyo kakaknya Tiana), Tian, Joe (yang baru aja putus sama pacarnya), Ray, dan Ivan.

Sebenernya Tiana juga ngundang Reza, cuma Reza bilang dia mau dateng sama Irene malam ini. Yeah, right! That bitchy twerp! I’m sorry, I’m not supposed to be mad like this.

Lampu-lampu kristal yang cantik di tiap sudut ruangan membuat nuansa elegan semakin terasa. Aku rasa penampilanku cukup memikat banyak pria di restoran ini. Yeah, it’s me, the-spotlight-girl. Hehehe.

Untuk memilih menu makanan malam ini, kami memesan Soy slice goose and bean curd, Pan fried chicken with Chienjaw Sauce, Sauteed prawns with Grenade Sauce, dan daging yang dipanggang menggunakan bumbu BBQ khas Teo Chew. Yummy!!

Gak lama kemudian, setelah hidangan kami datang, Reza datang bersama gadis mungil yang rambutnya dicepol modern menggunakan sumpit untuk rambut dan berpakaian Summer Kimono berwarna pink muda.

Ugh! Kenapa sih dia harus saingan sama Aku? Udah ngambil Reza dari Aku, sekarang dia juga berusaha merebut perhatian orang-orang dengan dress-nya, yang harus Aku akui, lucu banget itu.

Ochie tampak kagum banget sama dress yang dipake Irene. Ochie malah bilang, “Irene bajunya lucu banget sih. Tau gitu tadi gue pake baju ala Sailormoon.” Dengan muka childish-nya.

Seesh! Irene tuh salah kostum! Ngapain dia pake kimono gitu? Mau jadi Geisha? Gosh, I think I need to take Anger Management Class.

Reza mengenalkan Irene ke Tyo CS dan dengan sok imutnya Irene memperkenalkan namanya, “Irene Kasih Pratiwi.”

Dih, pake nama lengkap segala! Gak sekalian nyebut NPM (Nomor Pokok Mahasiswa) dan nomor telfon?!

Aku yang males ngeliat Irene, jadi males juga ngeliat Reza yang malem ini sebenernya terlihat ganteng dengan kemeja biru tuanya. Reza lebih terlihat serasi kalo jalannya sama Aku, bukannya sama cewek kecentilan itu!

“Gin, ke sininya sama siapa?” Reza tiba-tiba memilih untuk duduk di sebelahku.
“Sama Sarah dan Ochie.” Jawabku singkat.

“Dianterin sopir apa nyetir sendiri?” tanya Reza lagi … and it annoys me!
“Sama sopir.” Another short answer from me.

Reza gak berani nanya apa-apa lagi ke Aku, mungkin dia pikir Aku lagi PMS, makanya jadi gampang bete. Tapi hal itu gak berlangsung lama.

“Oh iya, Minggu besok gue gak bisa nemenin lo ke FX, Gin. Gue udah terlanjur janji sama Irene buat nemenin dia ke Bogor, ke ultah sepupunya.”
“What?” tanyaku setengah berteriak, sehingga anak-anak yang tadinya berisik, langsung saja melihat ke arahku dan Reza.

Aku yang jadi “Tersangka” pun langsung tertunduk. Anak-anak kembali berisik lagi.

“I’m sorry …” Reza minta maaf kepadaku dengan tatapan yang tulus. Aku bisa lihat itu dari sorot mata coklatnya.
“Ya udah, terserah lo aja.” Aku kembali menyantap hidanganku.

Anak-anak tampak bahagia malam ini, terlebih-lebih lagi Tiana, dan mungkin juga Reza, yang malam ini kayaknya lagi jatuh cinta banget sama Irene, cewek yang paling Aku sebel sejagat! Tapi Aku gak … Oh, well …

* * * * *

Pesta ulang tahun Tiana pun selesai juga. Tiga jam Aku ngerasa kayak di neraka. Eneg banget ngeliat Reza becanda-becanda sama Irene. Tau gitu Aku ajak Ramon ke sini!

Wait, the party hasn’t been over yet!

Tiba-tiba Tian berdiri dari kursinya, kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah. Kemudian dia meminta Tiana berdiri juga.

They’re ultra cute! Tian menghadiahi Tiana sebuah cincin emas putih, sebagai promise ring, bahwa Tiana bakal nunggu Tian sampe Tian balik ke Jakarta.

Belum lagi sebuah surat yang diberikan Tian ke Tiana, berupa potongan dari lirik lagu Dear God-nya Avenged Sevenfold.

Dear, God …

The only think I ask of you is to hold her when I’m not around, when I’m much too far away. I left her when I found her, and now I wish I’d stayed.
I’m lonely and I’m tired and I’m missing you again. Can't help but think of the times I've had with you. Pictures and some memories will have to help me through.

Tian


Tanpa terasa, Aku pun menitikkan air mata kala menyaksikan Tiana yang juga menitikkan air mata saat membacakan surat yang diberikan Tian kepadanya di depan kami semua. Begitu juga dengan besties-ku yang lain. Tyo CS malah tepuk tangan and wolf whistling. Emang dasar gak punya otak! Hehe.

Sedangkan Reza? Dapat kulihat Reza dan Irene saling melemparkan senyum satu sama lain.

“Eww!! What a sordid little scene!!” jeritku dalam hati.

Ya, kini pesta benar-benar usai. Thank goodness!!

No comments:

Post a Comment