“Aduh, Tyo! Baru dateng bukannya nyapa kita-kita dulu, malah langsung ngobrol sama Tasha!” protes Ochie.
“Tyo, kan udah gue bilang, Jum’at siang itu gue latihan dance!” Aku melihat Tyo yang lagi sibuk nyuruh Ochie geser supaya dya bisa duduk berhadap-hadapan denganku.
“Lagian jalanan macet!” sambungku lagi sambil ngelanjutin komen di fotonya Ochie, Sarah, Regina, dan Tatiana yang sok-sokan hormat di depan tiang bendera kampus.
Hahahaha. Kalo inget hal itu, Aku malu banget! Aku aja yang motret mereka malu, apalagi mereka ya?! Tapi herannya, mereka fine-fine aja tuh! Semua demi Facebook! Edan!
“Kamis gue gak bisa, gue harus main futsal. Lo mau ke Trax naik angkot?” tanya Tyo setengah mengancam.
“Ugh … Ya udah deh, Jum’at aja kalo gitu!” jawabku tanpa pikir panjang.
“Lho? Terus latihan dance kita gimana?” tanya Regina sewot.
“Girls, hari Jum’at ini gue absen dulu ya. Nanti gue latihannya di rumah Tiana aja. Sabtu lo gak kemana-mana kan, Na?” Aku menoleh ke arah Tiana yang duduk di sebelahku.
“Nope.” Tiana menggeleng sambil tetap chatting sama Tian over YM. Nasib LDR. Hehehe.
“Okay then. Jum’at ya. Bye, girls.” Tyo pun meningalkan meja kita.
“Bye, Tyo …” balasku dan teman-temanku.
“Eh, hari Kamis ini Reza main futsal lho. Nonton ya.” Regina merajuk.
“Dia satu tim sama Tyo ya, Gin?” tanya Sarah sambil tetap menggambar di Drawing Book-nya.
Dia lagi gambar cewek dengan sayap angel, tapi sayapnya warna hitam, dan berlutut menghadap bulan purnama.
“Yup!” jawab Regina singkat sambil memakaikan face paper Clean & Clear di wajahnya.
* * * * *
Kamis ini Aku dan teman-teman lainnya nemenin Regina buat nonton futsal. Regina bilang dya udah janji sama Reza buat nontonin Reza main futsal dan jadi saksi kalo tim futsalnya dia memenangkan pertandingan futsal hari ini.
Regina sama Reza udah temenan dari SMA, kita semua kagum sama persahabatan mereka. Secara ya, persahabatan antara cewek dan cowok tuh biasanya gak pernah berhasil. Tapi mereka bisa ngebuktiin kalo cewek dan cowok itu bisa sahabatan tanpa harus pacaran.
Hari ini Tyo keliatan beda dari Tyo yang biasa Aku liat. Tyo yang selalu rapi dengan kemeja lengan pendek atau lengan panjang tapi digulung atau Tyo yang keren dengan polo shirt ber-merk. Tyo yang sekarang cuma pake kaos putih polos, celana pendek di bawah lutut, dan sepatu bola warna biru strip merah.
Rambut Tyo yang juga selalu rapih sekarang keliatan agak lepek karena keringetan. Tapi yang lucunya, muka Tyo jadi merah karena kecapekan. Cute-nya. Oops!
“Ayo, Reza …” Regina gak henti-hentinya jejeritan, Ochie juga gak mau kalah nyemangatin Reza CS dan … GOL!!
Sang Jagoan pun mencetak gol lagi dibarengi dengan bunyi peluit dari wasit, tanda pertandingan telah selesai. Sang Jagoan, timnya Reza, Tyo, Joe, Irvan, Ray, dan lainnya memenangkan pertandingan kali ini.
“Yaaaayyyy!! Makan-makan!!” Ochie bersorak-sorak sambil menuangkan air putih yang ada di botol ke atas kepala anak-anak Sang Jagoan. Nama tim futsal yang norak ya? Hehehe.
“Lo semua pada mau makan di mana? Kita yang traktir!” tanya Joe sambil melepaskan bajunya.
“Iya, kita tau Joe perut lo six pack, gak perlu pamer gitu!” Ochie melemparkan handuk putih ke arah Joe dan Joe pun ngakak.
Anak-anak pada ribut buat nentuin mau makan di mana sementara Aku melihat jam tanganku. Udah jam setengah 4, Aku harus pulang. Aku udah janji mau ngajarin temen Aku, Yuli, anak Akun yang kuliah di YAI, mata kuliah Akuntansi Manajemen. Besok dia ada kuis dan dia belum ngerti pelajarannya sama sekali. It’s gonna be hard, I’m telling you.
“Guys, gue pulang duluan ya. Gue janji mau ngajarin temen gue mata kuliah AM.” Aku memakai tasku dan bersiap-siap pulang.
“Lho? Tasha gak ikut? Tasha pulang sama siapa?” Tiana yang tampak khawatir mendekatiku.
“Gak, Say Gue pulang aja. Gue berani pulang sendiri kok.” Aku tersenyum.
“Mau gue anterin gak, Sha?”
Suasana jadi hening. Tyo, musuh bebuyutanku, menawarkanku tumpangan pulang di depan anak-anak. What is it? Public humiliation? Great!
“Gak usah, Yo. Makasih. Gue pulang sendiri aja. Masih sore ini.” Aku berusaha menolak tawaran Tyo se-cool mungkin.
“Beneran, Sha? Soalnya gue juga sekalian mau pulang. Gue lagi capek banget, gak kuat deh kalo harus nge-hedon lagi sama anak-anak.” Sambil nyengir, Tyo bergegas merapikan barang-barangnya dan menghampiriku.
Sementara anak-anak yang lain pada sok-sok sibuk nentuin mau makan-makan di mana. Padahal Aku bisa ngerasa mereka curi-curi pandang ke arah Aku dan Tyo. Regina malah dengan ekstrimnya nyubit-nyubitin lengannya Reza karena ngerasa scene Aku dan Tyo ‘cute’.
“Yeah, right! Cute!’ pikirku sinis.
“Yuk, Sha. Guys, gue balik duluan ya. Have fun!” Tyo pamit sambil melambaikan tangan kanannya. Tangan kirinya memeganga tas olah raga berisi peralatan futsalnya.
“Dah semua …” Aku menyusul Tyo dan melambaikan tanganku ke teman-teman.
“Hati-hati!” Tatiana setengah teriak, kemudian menutup mulutnya, dan melihat ke arahku dengan tatapan malu-malu.
Tyo, Tyo … Mau bikin gosip kalo di antara kita ada apa-apanya? Hah! In your dream!

No comments:
Post a Comment